Serang, 16 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 Universitas Primagraha melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) bersama warga Desa Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat.
Jumsih dilaksanakan di sejumlah titik strategis desa seperti jalan utama, area pemukiman warga, saluran air, dan ruang publik. Mahasiswa dan warga bahu-membahu membersihkan sampah, menata ulang lingkungan, serta menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Ketua KKM Kelompok 38, Abdul Halim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas kerja bakti, tetapi juga merupakan ajakan untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami ingin menanamkan semangat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah desa, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan turun langsung ke lapangan bersama warga, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga bisa menjadi bagian dari solusi,” ujar Abdul Halim.
Ia menambahkan bahwa kegiatan Jumsih ini dirancang tidak hanya untuk merespons kebutuhan fisik lingkungan, tetapi juga untuk memperkuat relasi sosial dan membangun solidaritas antara mahasiswa dan masyarakat.
“Melalui interaksi langsung di kegiatan seperti ini, kami belajar banyak tentang nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang kuat di desa. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa, karena pengabdian bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tapi juga soal ikut merasakan denyut kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Abdul Halim juga mengapresiasi antusiasme warga yang turut berpartisipasi, termasuk remaja dan anak-anak, yang menjadikan kegiatan ini sebagai ajang edukasi sekaligus rekreasi sosial.
“Kami sangat senang melihat semangat warga, dari orang tua hingga anak-anak, semua terlibat aktif. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah menjadi bagian dari kesadaran bersama. Semoga semangat ini terus berlanjut bahkan setelah masa KKN kami berakhir,” tutup Abdul Halim.
Kegiatan ini turut didampingi oleh pihak Kelurahan Desa Bendung yang memberikan dukungan moril dan teknis. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat ini menjadi contoh konkret sinergi dalam membangun desa yang sehat, bersih, dan lestari.
Jumsih merupakan bagian dari rangkaian program KKM Kelompok 38 yang menitikberatkan pada kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Diharapkan kegiatan serupa dapat menginspirasi gerakan sosial di desa-desa lain demi menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

