Hari Tani Nasional: HIMAGRON UNTIRTA Soroti Krisis Regenerasi Petani, Generasi Muda Diminta Ambil Peran

Bagikan

(Dox Kegiatan)

Narwala id. Serang, 18 September 2025 – Peringatan Hari Tani Nasional diwarnai dengan diskusi kritis mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melalui Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRON) yang menggelar Nodiskusi Mahasiswa Agronomi (NODISMA) 2025. Mengangkat tema “Krisis Regenerasi Petani dan Tantangan bagi Generasi Muda,” kegiatan ini menyoroti persoalan mendasar yang masih membayangi sektor pertanian Indonesia.

Dalam forum tersebut, sejumlah mahasiswa menyoroti realitas bahwa mayoritas petani di Indonesia kini berusia di atas 40 tahun, sehingga regenerasi petani berjalan lambat. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam keberlanjutan produksi pangan nasional.

Isma, salah satu peserta, menilai kebijakan pemerintah masih terfokus pada pemenuhan pangan, bukan penguatan pondasi pertanian. Ia juga menyinggung masalah distribusi pupuk yang belum merata. Sementara Faiz menyoroti alih fungsi lahan yang membuat akses calon petani muda semakin terbatas.

Namun, persoalan regenerasi juga dinilai berasal dari rendahnya minat generasi muda. “Masalah utama bukan hanya lahan, tapi kemauan anak muda untuk turun ke sawah,” tegas Yugo. Pandangan itu didukung Tiar yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam membangun sektor pertanian.

Dari sisi lapangan, suara petani pun ikut mewarnai forum.

“Jangankan orang lain, anak saya saja tidak mau jadi petani. Katanya zaman sudah berbeda,” ungkap Sa’an, seorang petani yang hadir.

Testimoni itu menunjukkan tantangan regenerasi bukan sekadar kebijakan, melainkan juga perubahan pola pikir.

Meski begitu, harapan tetap ada. Ajiruddin, dalam testimoninya, mengingatkan mahasiswa pertanian agar mengamalkan ilmunya.

“Sarjana pertanian yang tidak mengamalkan ilmunya seperti pohon tinggi tanpa buah,” ujarnya.

HIMAGRON UNTIRTA berharap momentum Hari Tani Nasional tidak hanya sebatas peringatan, tetapi menjadi dorongan nyata agar generasi muda terlibat aktif di sektor pertanian.

“Krisis regenerasi petani adalah alarm serius. Dibutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, dan generasi muda untuk memastikan pertanian Indonesia tetap berkelanjutan,” demikian pernyataan perwakilan dari HIMAGRON.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted