
Narwala.id. Banten – Menjelang pelaksanaan Muktamar XXI Pengurus Besar Mathla’ul Anwar yang dijadwalkan berlangsung pada 11–14 April 2026 di Kota Serang, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (DPP HIMMA) menyampaikan pandangan resminya terkait urgensi kesinambungan kepemimpinan dalam tubuh organisasi.
Ketua Umum DPP HIMMA, Ahmad Syafaat, menilai bahwa momentum muktamar bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan ruang konsolidasi besar untuk memastikan arah perjuangan organisasi tetap kokoh di tengah dinamika sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
Menurutnya, kepemimpinan yang matang dan berpengalaman menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas internal sekaligus memperkuat peran strategis organisasi di tengah masyarakat. Dalam konteks itu, DPP HIMMA memandang sosok KH Embay Mulya Syarief memiliki rekam jejak yang dinilai konsisten dalam merawat khittah perjuangan serta menjaga marwah organisasi.
“Keberlanjutan kepemimpinan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan visi dan memperkuat persatuan keluarga besar Mathla’ul Anwar,” ujar Ahmad Syafaat, Kamis (18/2/2026).
DPP HIMMA juga menekankan bahwa pelaksanaan Muktamar XXI di Provinsi Banten sebagai basis historis organisasi harus menjadi momentum memperteguh nilai-nilai persatuan, moderasi, dan pengabdian kepada umat. Proses musyawarah diharapkan berjalan dalam suasana yang sejuk, demokratis, dan menjunjung tinggi etika organisasi.
Sebagai organisasi mahasiswa, DPP HIMMA menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses kaderisasi dan mendorong pembaruan gagasan di lingkungan Mathla’ul Anwar. Dalam pandangan mereka, kesinambungan kepemimpinan menjadi elemen penting agar transformasi organisasi berlangsung secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan landasan tanggung jawab moral dan organisatoris, DPP HIMMA menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu menjaga stabilitas, memperkuat konsolidasi, serta melanjutkan perjuangan Mathla’ul Anwar dalam membangun peradaban umat dan bangsa.

