FMI Banten Tegak Lurus Bersama Ulama & Rakyat, Serukan Penghentian Proyek PIK-2

Bagikan

Narwala.id– Dalam momentum kegiatan Istigosah Akbar dan Aksi Selamatkan Kedaulatan Bangsa yang dilaksanakan di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada 29 Juni 2025, Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Banten hadir bersama ulama dan rakyat Banten, serta bersikap tegas kepada rekan-rekan media terkait kondisi sosial yang tengah dihadapi masyarakat pesisir Banten. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh ulama, serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

FMI Banten yang tergabung dalam 5 Pimpinan Cabang (PC) FMI Kota/Kabupaten Se-Banten menyatakan bahwa proyek PIK-2 yang saat ini berlangsung di wilayah pesisir Banten telah menyebabkan dampak sosial dan ekologis yang merugikan masyarakat lokal. Dalam pandangan FMI Banten, proyek tersebut telah menyingkirkan nelayan dari ruang hidupnya, merusak lingkungan pesisir, serta menjadi simbol dari model pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Ketua Pimpinan Daerah FMI Banten, Saudara Maulana, menyampaikan langsung pernyataan resmi kepada awak media yang hadir di lokasi aksi:

โ€œKami dari FMI Banten menyatakan bahwa keberadaan Proyek PIK-2 adalah bentuk nyata dari pembangunan yang tidak berkeadilan dan dzolim. Rakyat pesisir Banten hari ini tidak hanya kehilangan ruang hidup, tetapi juga kehilangan masa depan. Ketika negara dan korporasi berdiri di satu sisi, maka mahasiswa harus berdiri bersama rakyat. Karena itu kami menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia dan DPR RI untuk mendengar jeritan rakyat dan menghentikan proyek ini.โ€

Tidak hanya itu, lebih jauh Maulana mengajak kepada seluruh mahasiswa agar bangkit kembali menghidupkan nilai-nilai Tridharma Perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

โ€œKami mengajak seluruh mahasiswa di Banten untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa jangan hanya sibuk di kampus, tetapi harus hadir di tengah rakyat yang sedang dizalimi. Ini bukan saatnya diam. Ini saatnya berpihak. Kami memilih tegak lurus bersama rakyat dan para ulama yang berjuang menyelamatkan tanah Bantenโ€. 

FMI Banten menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengawal isu keadilan sosial dan keberpihakan pada rakyat kecil di tanah Banten. Mahasiswa sebagai pilar moral bangsa tidak boleh absen dalam perjuangan melawan bentuk-bentuk penindasan yang dibungkus atas nama pembangunan.

Hidup Mahasiswa! 

Hidup Rakyat! 

Lawan Kedzoliman!

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments