Ustadz Abdul Somad: Ulama Kontemporer dengan Dakwah Ilmiah dan Membumi

Bagikan

(Prof. H. Abdul Somad, Lc., M.A., Ph.D)

Narwala.id. Ustadz Abdul Somad, yang akrab disapa UAS, merupakan salah satu dai dan ulama kontemporer paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal luas berkat gaya dakwahnya yang lugas, argumentatif, humoris, namun tetap berpijak kuat pada landasan ilmiah. Kepiawaiannya dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman menjadikannya dijuluki sebagai “Singa Podium”, sebuah sebutan yang merepresentasikan kefasihan, ketegasan, dan kekuatan retorikanya di hadapan publik.

Ustadz Abdul Somad memiliki nama lengkap Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A. Ia lahir pada 18 Mei 1977 di Silo Lama, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ia merupakan putra dari pasangan Bakhtiar dan Hj. Rohana. Dari jalur ibunya, UAS memiliki garis keturunan ulama yang bersambung kepada Syaikh Abdurrahman, seorang ulama sufi terkemuka dari Batubara. Latar belakang keluarga religius inilah yang turut membentuk karakter keilmuan dan spiritualitasnya sejak usia dini.

Dalam bidang pendidikan, Ustadz Abdul Somad menempuh perjalanan akademik yang panjang dan lintas negara. Pendidikan sarjananya (S1) diselesaikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada tahun 1998–2002, sebuah institusi keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister (S2) di Dar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko, pada tahun 2004–2006, yang dikenal sebagai pusat kajian hadis dan ilmu-ilmu syariah. Puncak pendidikan formalnya diraih dengan menyelesaikan program doktor (S3) di Oum Durman Islamic University, Sudan, pada tahun 2019. Kombinasi pendidikan ini membentuk UAS sebagai ulama dengan penguasaan kuat dalam bidang hadis, fikih, dan pemikiran Islam.

Sekembalinya ke tanah air, Ustadz Abdul Somad pernah tercatat aktif mengabdikan diri di dunia akademik dan dakwah. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Di luar kampus, dakwahnya menjangkau masyarakat luas melalui mimbar masjid, majelis taklim, seminar, serta media digital. Materi dakwahnya tidak hanya berkutat pada persoalan ibadah ritual, tetapi juga merespons isu-isu sosial, hukum, budaya, dan tantangan keislaman kontemporer dengan pendekatan yang argumentatif dan komunikatif.

Selain dikenal sebagai dai, Ustadz Abdul Somad juga merupakan penulis produktif. Sejumlah karya tulisnya menjadi rujukan populer di tengah masyarakat, antara lain 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat, 77 Tanya Jawab Seputar Shalat, 33 Tanya Jawab Seputar Qurban, Ustaz Abdul Somad Menjawab, 32 Naskah Khotbah, 35 Kisah Saat Maut Menjemput, 30 Mutiara Ramadhan, 15 Sebab Dicabutnya Berkah, 40 Hadits Zikir dan Doa Menurut Sunnah, Amalan yang Paling Dicintai Allah, serta Metode Takhrij Hadits. Buku-buku tersebut ditulis dengan bahasa yang sederhana namun tetap kaya rujukan, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam tanpa kehilangan bobot keilmuan.

Di samping menulis karya asli, UAS juga aktif menerjemahkan karya-karya ulama Timur Tengah ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya adalah 55 Nasihat Perkawinan untuk Perempuan, 101 Kisah Orang-Orang yang Dikabulkan Doanya, 30 Orang Dijamin Masuk Surga, 15 Sebab Dicabutnya Berkah, Indahnya Seks Setelah Menikah, Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan, Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga, serta Sejarah Agama Yahudi. Aktivitas penerjemahan ini menunjukkan komitmennya dalam menjembatani khazanah keilmuan Islam global dengan kebutuhan umat di Indonesia.

Atas kontribusinya dalam bidang dakwah dan pengembangan keilmuan Islam, Ustadz Abdul Somad memperoleh sejumlah pengakuan akademik internasional.

UAS juga dianugerahi gelar Profesor Adjung (Adjunct Professor) oleh Universiti Malaysia Sabah (UMS) dan Universiti Islam Melaka (UNIMEL) pada tahun 2024. Selain itu, sejak tahun 2020 ia juga menjabat sebagai Visiting Professor di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam. Gelar-gelar kehormatan ini menegaskan posisinya sebagai tokoh keilmuan dan dakwah yang diakui di tingkat regional Asia Tenggara.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted