Edukasi Kreatif KKM 38 Dorong Antusiasme Belajar Anak di Desa Bendung

Bagikan

Abdul Halim, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan menyenangkan dalam pendidikan anak.

narwala.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 hadir di tengah masyarakat Desa Bendung, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, dengan membawa semangat perubahan melalui kegiatan edukasi dan pembinaan bagi anak-anak desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter positif, serta mempererat hubungan sosial antara kampus dan masyarakat.

Beragam aktivitas kreatif dan interaktif digelar, mulai dari belajar membaca dan menulis, permainan edukatif yang melatih logika dan kreativitas, hingga kegiatan bercerita dan menyanyi bersama. Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal kegiatan, menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan dapat menjadi pendekatan efektif dalam pendidikan anak usia dini.
Ketua KKM Kelompok 38, Abdul Halim, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan menyenangkan dalam pendidikan anak.

“Kami percaya bahwa pendidikan tidak harus selalu kaku dan formal. Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak lebih mudah menerima materi, merasa nyaman, dan yang paling penting mereka bisa menikmati proses belajar,” ujar Abdul Halim.

Abdul Halim juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sarana mengajar, tetapi juga bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi penerus bangsa.
“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pengajar, tetapi sebagai teman belajar yang bisa menginspirasi. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa, dan kami merasa terpanggil untuk berkontribusi, walau hanya dalam waktu singkat selama program KKN berlangsung,” jelasnya.

Dengan mengenakan jaket almamater oranye cerah, para mahasiswa membaur akrab dengan anak-anak Desa Bendung. Abdul Halim menilai bahwa interaksi langsung ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami ingin keberadaan kami di desa ini memberi kesan baik, bukan sekadar menjalankan program, tapi benar-benar hadir dan menyatu. Saat anak-anak tersenyum dan mau ikut serta dengan semangat, itu adalah bentuk keberhasilan kecil yang sangat kami syukuri,” ungkapnya.
Ia juga berharap bahwa kegiatan seperti ini bisa memberi dampak jangka panjang, meskipun dilakukan dalam waktu yang terbatas.

“Harapan kami, benih semangat belajar dan nilai-nilai moral yang kami tanam hari ini bisa tumbuh dan berkembang dalam kehidupan anak-anak ke depan. Kami sadar perubahan besar tidak bisa terjadi dalam semalam, tapi setidaknya kita telah memulainya bersama,” tutup Abdul Halim.

Melalui program ini, mahasiswa KKM Kelompok 38 berupaya menghadirkan model pendidikan berbasis pendekatan sosial yang memanusiakan anak-anak, menjadikan desa sebagai ruang belajar yang hidup, serta memperlihatkan bahwa kampus bukan menara gading melainkan bagian dari masyarakat itu sendiri.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted