Mathla’ul Anwar: Menapaki 109 Tahun Perjalanan Masehi dan 112 Tahun Hijriyah, Menyebar Terang dari Banten ke Jagat Peradaban

Bagikan

Narwala.id- Tanggal 9 April 2025 kemarin, bukan sekadar momentum peringatan lahirnya organisasi Islam bernama Mathla’ul Anwar, melainkan penanda sejarah yang begitu kaya akan nilai dan perjuangan. Di usia 109 tahun Masehi dan 112 tahun Hijriyah, Mathla’ul Anwar bukan hanya bertahan, tetapi juga tumbuh, berkembang, dan terus memberi kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban Islam global.

Didirikan pada 9 April 1916 M / 10 Syawal 1334 H di tanah Banten yang dikenal sebagai tanah ulama dan pejuang, Mathla’ul Anwar sejak awal telah meletakkan fondasi pendidikan, dakwah, dan sosial keagamaan sebagai poros utama gerakannya. Di tengah belenggu kolonialisme Belanda, para pendiri MA, di antaranya KH Mas Abdurrahman, membentuk lembaga ini bukan untuk kepentingan sesaat, tapi sebagai ikhtiar membangun manusia merdeka, berilmu, dan beriman.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, Mathla’ul Anwar telah berkembang dari cahaya lokal Banten menjadi sumbu terang nasional, bahkan berkiprah di berbagai penjuru dunia melalui alumni, cabang, dan pengaruh nilai-nilainya. Tidak kurang dari ribuan lembaga pendidikan, mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi seperti UNMA (Universitas Mathla’ul Anwar), menjadi bukti nyata dedikasi MA dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, MA tidak boleh hanya bernostalgia pada kejayaan masa lalu. Justru sebaliknya, usia yang panjang ini menuntut konsolidasi yang lebih matang dan visi yang lebih tajam. Dunia saat ini tengah mengalami krisis makna dan nilai. Maka, organisasi keislaman seperti MA harus hadir sebagai penjernih, menguatkan Islam wasathiyah, memperjuangkan keadaban publik, serta membangun peradaban ilmu yang membebaskan dari kebodohan dan ketertinggalan.

Mathla’ul Anwar hari ini harus menjadi rumah besar bagi kader-kader muda yang visioner, kritis, dan solutif. Bukan sekadar bangga pada masa lalu, tapi menatap masa depan dengan kerja nyata. Momentum Muktamar ke-21 di Kota Serang tahun 2026 mendatang harus dijadikan sebagai batu loncatan sejarah untuk menegaskan kembali identitas, memperbarui strategi, dan memperkuat sinergi. Semua warga Mathla’ul Anwar, dari pelosok desa hingga kota besar, harus bersiap, berkumpul, dan bersatu dalam barisan yang kokoh untuk menyambut era baru gerakan keulamaan dan keummatan.

Dari Banten, MA lahir. Dari Banten pula cahaya ini menyebar. Dan dari Banten pula, semoga kita semua menyaksikan Mathla’ul Anwar menjadi pelita dunia, menyinari samudra peradaban dengan ilmu, akhlak, dan amal nyata. Selamat Milad ke-109 M / 112 H, Mathla’ul Anwar. Teruslah menjadi suluh zaman dan lentera umat.

Aceng Murtado: Penulis adalah Peneliti Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar, Alumni Perguruan Mathla’ul Anwar Cikeusik Desa (MI-MA), Pengurus DPD HIMMA Kab. Lebak

Cikeusik Desa, 09 Juli 2025

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments