
Narwala.id – Serang – Gelombang keresahan mahasiswadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten mencapai puncaknya.
Hari ini, Selasa (05/05/26), Aliansi Mahasiswa Resah melakukanaksi pendudukan di Rektorat Kampus 2. Aksi ini merupakanrespons atas tindakan sewenang-wenang birokrasi yang dinilaitelah melakukan “kudeta” terhadap kedaulatan mahasiswa.
Membawa rapor merah bertajuk “Kampus DalamCengkraman Krisis Kekuasaan Birokrat”, Aliansimenyoroti tindakan Wakil Rektor III yang dianggap telahmelampaui kewenangannya dengan mengintervensi PemilihanUmum Mahasiswa (PUM) 2026 secara brutal.
Mahasiswa mengecam keras pemecatan pengurus KPU-M dan BAWASLU-M yang dilakukan tanpa surat resmi dan dasarhukum yang jelas. Penunjukan pengurus baru secara sepihakoleh birokrasi disebut sebagai cacat konstitusional yang mencederai Undang-Undang Keluarga Besar Mahasiswa(UUKBM).
Wahid Kohar, selaku Koordinator Lapangan AliansiMahasiswa Resah, menegaskan bahwa kampus telah berubahmenjadi ruang yang intimidatif dan jauh dari nilai-nilaiakademis.”Kami berdiri di sini karena hukum tertinggimahasiswa, UUKBM, telah diinjak-injak. Penunjukan KPU-M dan BAWASLU-M oleh birokrasi adalah produk ‘anak haram’ yang tidak memiliki legitimasi moral maupun legal. Ini adalah bentuk tirani nyata di dalam institusi pendidikan,” tegasnya dalam orasi di depan Gedung Rektorat.
Poin-Poin Gugatan Rakyat Mahasiswa
Selain isu demokrasi, Aliansi juga membawa isu kerakyatandan kemanusiaan yang selama ini terabaikan:
1. Copot Wakil Rektor III: Menuntut pertanggungjawabanmoral dan mendesak mundur dari jabatan atas kegaduhandan intervensi yang dilakukan.
2. Bubarkan Lembaga Cacat Hukum: Menolak kerasKPU-M dan BAWASLU-M bentukan birokrasi dan menuntut pengembalian fungsi lembaga sesuai konstitusimahasiswa.
3. Hilangkan UKT Mahal: Menolak UKT mahal dan mendesak transparansi serta keberpihakan bagimahasiswa kurang mampu.
4. Darurat Kekerasan Seksual: Menuntut sistemperlindungan korban yang nyata, mengingat lemahnyapenegakan aturan terhadap pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.
5. Stop Komersialisasi Pendidikan: Menolak segalakebijakan kampus yang lebih mementingkan profit bisnisdaripada kualitas dan aksesibilitas pendidikan.
Aliansi Mahasiswa Resah menyatakan akan tetap bertahandan melakukan eskalasi massa jika tuntutan mereka diabaikanoleh Rektorat. Mereka menuntut pertemuan terbuka agar seluruh civitas akademika dapat melihat bobroknya tata kelolabirokrasi saat ini.

